Minggu, 06 Desember 2015

Lentera Untuk Bunda
gelap, hening, kusut dan kusam, terasa menyapu daun kering yg berserakan depan gubuk tua kami,,,,
langkah kaki lesu tertuju pada daun pintu yang rapuh,,, anugrahmu ,, adalah apa yg kami rasakan tiap hela nafas ini,, dirimu, dengan seribu bintang bertabur di tangan,, namun tak pernah sedikitpun menunjukan cahaya,,,
entah mengapa,, akupun tak tau dengan semua itu,, kakimu yg terlihat semakin lemah,, 
tubuhmu yang terlihat semakin rapuh,, dan suramu yang kini makin sayu terdengar ditelingaku,,,
ibu,, gubuk tua ini selalu membuatku menangis dalam gelap,, selalu membuatku terlelap dalap lamunan panjang tentangmu,, dalam benakku, cuma tertuju pada satu sinar ditepi pojok bilik bambu tempatku bersandar padamu,,,
lentera malam yg begitu berhrga buatmu dan juga diriku,, lentera pembangkit kehidupan,, lentera yang merubah tubuh kecil ini ,,, ibu,,,, kini lentera itu telah hilang,, kini lentera itu telah terbuang,, telah terbawa arus kehidupan,, ibu,,, kini lentera itu telah berubah,, ibu,,, kini lentera itu berubah,, ibu,, tak pernah lelah ku mencari lentera itu,, untuk ku persembahkan kembali padamu,, ibu,, namun tak pernah kutemui disepanjang jlan,, aku hanya menemukan bait2 kata yang tersimpan,,, ibu,, kini lentera itu telau kau dapatkan,, kini lentera itu berada dalam pangkuanmu,,, aku rindu hangat pelukanmu ibu,,,,
untuk ibu yg sedang terbaring sakit,, cepat sembuh dan kembali seperti dulu lagi,, salam baktiku untukmu ibu,,,